Kamis, 20 Agustus 2020

Index Asia Cari Sinyal Jual


Belajar Trading Forex
Simak analisa teknikal Index Asia Trading Forex Online hari ini :



Nikkei Uji Area Resistance, Potensi Jual
Pull-back berlangsung terhadap Nikkei ke area resistance yang berada di kisaran 20035-20140. Nikkei tetap condong bergerak di dalam bias bearish, menguji MA 20 yang diplot di chart 1 jam. Stochastic dan CCI membuktikan indikasi bearish, maka dari itu sebagai trik trading untuk hari ini adalah membuka posisi jual bersama potensi tujuan sampai kisaran 19970-19865.

Waspadalah jikalau resistance 20140 tembus sebab perihal selanjutnya dapat merubah bias intraday jadi bullish dan berpotensi dapat mengangkat Nikkei sampai kisaran 20205-20310.

Belajar Trading Forex

Grafik Pergerakan Nikkei TF 1 Jam


Preferensi: BEARISH, perhatikan area resistance 20035-20140

Support: 19970, 19865, 19760

Resistance: 20035, 20140, 20310





HangSeng Uji Area Resistance, Cari Sinyal Jual
HangSeng menguji area resistance acuan hari ini yakni kisaran 26672. Stochastic dan CCI membuktikan indikasi jemu beli di chart 1 jam. Strategi trading untuk hari ini adalah menunggu konfirmasi isyarat jual di area resistance selanjutnya bersama potensi tujuan sampai kisaran 26404-26164.

Waspadalah jikalau resistance 26672 tembus sebab perihal selanjutnya dapat merubah bias intraday jadi bullish dan berpotensi dapat mengangkat HangSeng sampai kisaran 26939-27179.

Belajar Trading Forex

Grafik Pergerakan HangSeng TF 1 Jam


Preferensi: BEARISH, perhatikan area resistance 26672

Support: 26404, 26164, 25924

Resistance: 26672, 26939, 27179





Kospi Pull-Back, Tunggu Konfirmasi Sinyal Jual
Pull-back berlangsung terhadap Kospi ke area resistance yang berada di kisaran 252.22-250.13. Kospi tetap condong bergerak di dalam bias bearish, menguji MA 20 yang diplot di chart 1 jam. Sebagai trik trading untuk hari ini adalah melacak konfirmasi isyarat jual di area resistance selanjutnya bersama potensi tujuan sampai kisaran 248.84-246.75.

Waspadalah jikalau resistance 250.13 tembus sebab perihal selanjutnya dapat merubah bias intraday jadi bullish dan berpotensi dapat mengangkat Kospi sampai kisaran 253.51-255.60.

Belajar Trading Forex

Grafik Pergerakan Kospi TF 1 Jam
 
Continue reading...

Rabu, 19 Agustus 2020

GREXIT: Krisis Yunani di Zona Euro Juli 2015


Apa Itu Grexit?
Istilah ini (Grexit) tiba-tiba nampak lagi (sebelumnya tahun 2012) dan menjadi Trending Topic di dunia ekonomi terlebih para trader di semua dunia. Asal mula arti ini nampak karena krisis ekonomi yang sedang dialami Yunani (Greece) karena gagal membayar hutangnya kepada IMF (International Monetary Funding) yang mencapai 323 Miliar Euro atau sebesar 4.700 Triliun didalam Rupiah. Grexit merupakan singkatan dari Greece Exit, yang artinya Yunani dapat nampak dari zona Eropa (Euro). Sama halnya bersama arti Spaxit (Spain Exit) yang berjalan pada tahun 2012 silam.


Kebiasaan berhutang sebetulnya menjadi salah satu faktor kehancuran didalam bidang apapun, bahkan jikalau ditawari bersama bunga yang terlampau rendah. Namun hal inilah yang selanjutnya menjadi ancaman bagi Yunani agar tanpa disadari hutangnya sudah terlampau banyak dan tidak dapat terbayar. Indonesia sendiri pernah mengalami hal yang sama pada tahun 1998 yang lalu. So, membuat kalian yang punya normalitas "ngutang", sebaiknya jangan tetap dilanjutkan ya... hehe..


Apakah Yunani Akan Keluar Dari Zona Euro?
Pertanyaan ini terlampau susah dijawab mengingat masalah keuangan Yunani selagi ini terlampau terpuruk. Berita-berita yang bermunculan pun terlampau rancu, banyak yang bilang "ya" dan banyak yang bilang "tidak". Pada selagi kampanye minggu selanjutnya (5 Juli 2015), Alexis Tsipras (Perdana Menteri Yunani selagi ini) memperoleh bantuan untuk referendum yang menuntut Yunani mesti nampak dari zona Euro untuk mengurangi dampak krisi ekonomi yang sedang dialaminya. Namun, pada hari Jumat kemarin (11 Juli 2015), Alexis Tsipras mengeluarkan pengakuan tidak menjadi nampak dari zona Eropa bersama syarat IMF memundurkan jatuh tempo pembayaran untuk 3 tahun kedepan bersama proposal keinginan tambahan hutang (lagi) sebesar 12 triliun.






Untuk melunasi hutangnya, Yunani dapat meningkatkan pajak dari bermacam segmen dan juga memotong dana pensiun dari warganya. Apakah solusi itu berguna? Menurut kami, solusi berikut hanya dapat berfungsi untuk sebagian selagi saja karena sistem perpajakan Yunani sudah tenar "Tidak Efisien" didalam kurun selagi 2001-2009 yang mengalami penurunan sebanyak 2,8%.


Dampak Grexit Terhadap Ekonomi Global
Jika Yunani terlampau nampak dari zona Eropa, kemunginan besar dampaknya dapat terlampau berpengaruh negatif bagi mata duit Euro. Euro dapat mengalami penurunan yang signifikan. 2 Minggu selanjutnya aja yang tetap didalam sistem tarik undur sudah mengombang-ambing EUR/USD (Euro melawan Dolar Amerika) menyentuh level Support (paling rendah) 1.0900. Untung aja sistem bailout disetujui selanjutnya EUR/USD lagi naik mencapai level 1.1150.






Selain Euro, ada banyak negara-negara terlebih kawasan Asia yang dapat mencicipi dampak negatif dari Grexit, juga Indonesia. Indonesia bersama hutangnya per awal tahun 2015 sudah mencapai Rp 2.700 Triliun. Ada banyak prediksi yang menunjukkan Rupiah dapat mencapai Rp 15.000 per USD, bahkan dapat melebihi angka tersebut.


Peluang Grexit Bagi Para Trader Dunia
Lain halnya bersama dampak negatif Grexit di mata ekonomi dunia, bagi para trader hal ini merupakan peristiwa yang terlampau bagus untuk melakukan aksi "pembantaian" bersama menjual Euro secara massal.


KESIMPULAN
Seperti yang sudah kami ketahui, dampak fundamental (berita ekonomi dunia) terlampau berpengaruh didalam dunia trading. Tanpa berita fundamental, pasar tidak dapat bergerak. Gejolak pasar terlampau terbujuk oleh berita fundamental. Jadi, mesti bagi para trader untuk mencermati berita ekonomi dunia secara update.

https://www.mccoveychronicles.com/users/yukampus
https://www.cincyjungle.com/users/yukampus
https://www.prideofdetroit.com/users/yukampus
https://www.buffalorumblings.com/users/yukampus
https://www.bulletsforever.com/users/yukampus


Continue reading...